Manajemen Konflik dan Hubungan Industrial
Konsentrasi: Manajemen SDM
Mata kuliah Psikologi Industri dirancang agar mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep dasar psikologi industri dalam konteks organisasi modern sekaligus menganalisis perbedaan individual serta implikasinya terhadap efektivitas proses seleksi, penempatan, dan pengembangan kompetensi karyawan. Melalui perkuliahan ini, mahasiswa dibimbing untuk memiliki ketajaman dalam menganalisis strategi kesehatan mental di tempat kerja serta merumuskan intervensi psikologi kerja positif yang etis dan berkelanjutan guna mendukung kesejahteraan psikologis tenaga kerja. Pada akhirnya, seluruh kompetensi ini bermuara pada kemampuan mahasiswa dalam mengevaluasi dampak disrupsi teknologi terhadap karakteristik pekerjaan, sekaligus merancang strategi adaptasi organisasi yang tetap mempertahankan nilai-nilai humanis dan etika kerja yang tinggi.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) (4 CPMK)
CPMK 1
Mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip etika dan sikap humanis dalam menangani konflik di tempat kerja serta membangun hubungan industrial yang harmonis.
Bobot kontribusi terhadap CPL:
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar konflik, hubungan industrial, dan faktor-faktor penyebabnya dalam konteks organisasi.
Mahasiswa mampu menunjukkan kemampuan komunikasi efektif dan keterampilan negosiasi dalam simulasi penyelesaian konflik kerja.
CPMK 2
Mahasiswa mampu menganalisis pola komunikasi dan dinamika konflik antara pihak manajemen, karyawan, dan serikat pekerja untuk menemukan akar permasalahan yang terjadi.
Bobot kontribusi terhadap CPL:
Mahasiswa mampu menerapkan prinsip etika, empati, dan sikap humanis dalam menghadapi perbedaan dan potensi konflik di lingkungan kerja.
Mahasiswa mampu menganalisis pola komunikasi dan dinamika konflik antara karyawan, manajemen, dan serikat pekerja untuk menemukan akar masalah.
CPMK 3
Mahasiswa mampu mengevaluasi strategi penyelesaian konflik dan kebijakan hubungan industrial berdasarkan efektivitas dan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Bobot kontribusi terhadap CPL:
Mahasiswa mampu menunjukkan kemampuan komunikasi efektif dan keterampilan negosiasi dalam simulasi penyelesaian konflik kerja.
Mahasiswa mampu mengevaluasi berbagai strategi penyelesaian konflik dan kebijakan hubungan industrial berdasarkan efektivitas dan keadilan.
CPMK 4
Mahasiswa mampu merancang strategi penyelesaian konflik dan model hubungan industrial yang konstruktif dan berkelanjutan sesuai dengan konteks organisasi.
Bobot kontribusi terhadap CPL:
Mahasiswa mampu berkolaborasi dalam tim dan menunjukkan kepemimpinan partisipatif dalam proses manajemen konflik dan hubungan kerja.
Matriks CPMK × CPL
| CPMK | CPL3 | CPL5 | CPL7 | CPL8 |
|---|---|---|---|---|
|
CPMK 1
Mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip etika dan sikap humanis dalam menangani konflik di tempat kerja serta membangun hubungan industrial yang harmonis. |
✓ | ✓ | — | — |
|
CPMK 2
Mahasiswa mampu menganalisis pola komunikasi dan dinamika konflik antara pihak manajemen, karyawan, dan serikat pekerja untuk menemukan akar permasalahan yang terjadi. |
— | ✓ | — | ✓ |
|
CPMK 3
Mahasiswa mampu mengevaluasi strategi penyelesaian konflik dan kebijakan hubungan industrial berdasarkan efektivitas dan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat. |
— | — | ✓ | ✓ |
|
CPMK 4
Mahasiswa mampu merancang strategi penyelesaian konflik dan model hubungan industrial yang konstruktif dan berkelanjutan sesuai dengan konteks organisasi. |
— | — | ✓ | ✓ |
Pengukuran CPL
Bobot kontribusi setiap CPMK terhadap CPL (dalam %)
| CPMK |
CPL3 |
CPL5 |
CPL7 |
CPL8 |
Total |
|---|---|---|---|---|---|
|
CPMK 1
Mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip etika dan sikap humanis dalam menangani konflik di tempat kerja serta membangun hubungan industrial yang harmonis. |
8.0% | 8.0% | — | — | 16.0% |
|
CPMK 2
Mahasiswa mampu menganalisis pola komunikasi dan dinamika konflik antara pihak manajemen, karyawan, dan serikat pekerja untuk menemukan akar permasalahan yang terjadi. |
— | 17.0% | — | 6.0% | 23.0% |
|
CPMK 3
Mahasiswa mampu mengevaluasi strategi penyelesaian konflik dan kebijakan hubungan industrial berdasarkan efektivitas dan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat. |
— | — | 8.0% | 12.0% | 20.0% |
|
CPMK 4
Mahasiswa mampu merancang strategi penyelesaian konflik dan model hubungan industrial yang konstruktif dan berkelanjutan sesuai dengan konteks organisasi. |
— | — | 17.0% | 24.0% | 41.0% |
| Total per CPL | 8.0% | 25.0% | 25.0% | 42.0% | 100.0% |